Rabu, 13 Juli 2016

Makanan Sapihan (WEANING FOODS)



Makanan Penyapih (Sapihan) atau Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Menyapih telah digambarkan sebagai mensubstitusi ASI dengan makanan lain. Ini adalah proses bertahap dimana bayi diperkenalkan pada makanan orang dewasa. Oleh karena itu makanan sapihan merupakan formulasi khusus, yang merupakan suplemen untuk ASI.
Makanan Pendamping ASI atau yang lebih dikenal dengan MP-ASI merupakan makanan semi padat dan padat yang diberikan pada bayi usia di atas enam bulan sebagai sarana pengenalan pada makanan padat. Pemberian Makanan Pendamping ASI (penyapihan) juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi pada bayi yang terus tumbuh berkembang dan tidak dapat terpenuhi hanya dengan pemberian ASI (Air Susu Ibu).
Laporan oleh UNICEF, 1988, menunjukkan bahwa ASI, bahkan dari ibu bergizi baik, mungkin tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi setelah tiga bulan pertama kehidupan, maka butuh  tambahan atau menyapih makanan. Masa penyapihan ini merupakan periode yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak dan jika tidak dikelola dengan baik, bisa menyebabkan kekurangan gizi dan implikasi kesehatan lainnya. Di banyak negara berkembang, terutama di kelas pendapatan rendah, anak-anak disapih dengan makanan murah, yaitu makanan bertepung yang sangat miskin protein dan nutrisi penting lainnya. Di berbagai bagian Nigeria, anak disapih antara usia 3-24 bulan, sebagian besar diberi staples lokal seperti pap dari sorgum jagung, yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Ini sebagian besar disebabkan oleh beberapa faktor yang meliputi pengetahuan tentang gizi yang buruk, penurunan pendapatan rumah tangga dan tingginya biaya makanan penyapihan komersial yang sebagian besar diproduksi dengan menggunakan teknologi tinggi dan dijual dalam bentuk paket yang canggih.
Masyarakat Indonesia mengenal adanya dua jenis MP-ASI, yaitu MP-ASI tradisional dan pabrikan. MP-ASI tradisional seperti pisang, nasi yang dihaluskan, bubur tepung, campuran nasi dan pisang. Pengolahan MP-ASI tradisional seringkali tidak memenuhi prinsip higienis sanitasi sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi mikroorganisme dan MP-ASI pabrikan menghasilkan makanan bayi yang relatif lebih higienis, praktis disajikan dan kandungan gizi dapat diformulasikan berdasarkan angka kecukupan gizi bayi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar