Makanan Penyapih (Sapihan)
atau Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Menyapih
telah digambarkan sebagai mensubstitusi ASI dengan makanan lain. Ini adalah
proses bertahap dimana bayi diperkenalkan pada makanan orang dewasa. Oleh
karena itu makanan sapihan merupakan formulasi khusus, yang merupakan suplemen
untuk ASI.
Makanan Pendamping ASI
atau yang lebih dikenal dengan MP-ASI merupakan makanan semi padat dan padat yang
diberikan pada bayi usia di atas enam
bulan sebagai sarana pengenalan pada makanan padat. Pemberian Makanan
Pendamping ASI (penyapihan) juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi pada
bayi yang terus tumbuh berkembang dan tidak dapat terpenuhi hanya dengan
pemberian ASI (Air Susu Ibu).
Laporan
oleh UNICEF, 1988, menunjukkan bahwa ASI, bahkan dari ibu bergizi baik, mungkin
tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi setelah tiga bulan pertama
kehidupan, maka butuh tambahan atau
menyapih makanan. Masa penyapihan ini merupakan periode yang sangat penting
dalam kehidupan seorang anak dan jika tidak dikelola dengan baik, bisa
menyebabkan kekurangan gizi dan implikasi kesehatan lainnya. Di banyak negara berkembang,
terutama di kelas pendapatan rendah, anak-anak disapih dengan makanan murah,
yaitu makanan bertepung yang sangat miskin protein dan nutrisi penting lainnya.
Di berbagai bagian Nigeria, anak disapih antara usia 3-24 bulan, sebagian besar
diberi staples lokal seperti pap dari sorgum jagung, yang tidak memenuhi
kebutuhan nutrisi bayi. Ini sebagian
besar disebabkan oleh beberapa faktor yang meliputi pengetahuan tentang gizi
yang buruk, penurunan pendapatan rumah tangga dan tingginya biaya makanan
penyapihan komersial yang sebagian besar diproduksi dengan menggunakan
teknologi tinggi dan dijual dalam bentuk paket yang canggih.
Masyarakat Indonesia mengenal adanya dua
jenis MP-ASI, yaitu MP-ASI tradisional dan pabrikan. MP-ASI tradisional seperti
pisang, nasi yang dihaluskan, bubur tepung, campuran nasi dan pisang.
Pengolahan MP-ASI tradisional seringkali tidak memenuhi prinsip higienis
sanitasi sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi mikroorganisme dan MP-ASI
pabrikan menghasilkan makanan bayi yang relatif lebih higienis, praktis
disajikan dan kandungan gizi dapat diformulasikan berdasarkan angka kecukupan
gizi bayi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar