Senin, 14 November 2016

Anti Inflamasi


Anti Inflamasi
              Inflamasi merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator dari pada respon imun yang didapat. Inflamasi adalah respon fisiologis terhadap beberapa rangsangan seperti infeksi dan cedera jaringan. Inflamasi terjadi dengan diawali adanya stimulus yang merusak jaringan, mengakibatkan sel mast pecah dan terlepasnya mediator-mediator inflamasi. Kemudian terjadi vasodilatasi dari seluruh pembuluh darah pada daerah inflamasi sehingga aliran darah meningkat. Perubahan volume darah dalam kapiler dan venula, yang menyebabkan sel-sel endotel pembuluh darah meregang dan kemudian meningkatkan permeabilitas pembuluh darah, protein plasma keluar dari pembuluh darah lalu menimbulkan edema. Infiltrasi leukosit ke tempat inflamasi, pada tingkat awal infiltrasi oleh neutrofil, selanjutnya infiltrasi oleh sel monosit. Selmonosit akan berubah menjadi makrofag. Baik neutrofil maupun makrofagdapat melepaskan enzim lisosom untuk membantu mencerna eksudatradang. Bila tidak terjadi resolusi, maka dapat meningkat menjadiinflamasi kronik (Underwood, 1999).
Inflamasi dapat lokal, sistemik, akut dan kronis yang menimbulkan kelainan patologis. Sitokin terutama TFN-α dan TFN-γ berperan pada anti inflamasi kronis. IFN α merupakan sitokin utama yang dilepas makrofag yang diaktifkan. Sitokin-sitokinproinflamasi  seperti interleukin 1 (IL-1), interleukin 6 (IL-6), interleukin 8 (IL-8), juga akan menyebabkan inflamasi. Endotoksin memacu makrofag untuk memproduksi TNF-α. TNF-α juga berperan dalam kehilangan material jaringan yang merupakan ciri inflamasi kronis (Baratawidjaja dan Rengganis, 2009). Obat-obat antiinflamasi memiliki aktivitas menekan atau mengurangi peradangan. Aktivitas ini dapat dicapai melalui berbagai cara yaitu menghambat pembentukan mediator radang prostaglandin, menghambat migrasi sel-sel leukosit ke daerah radang, menghambat pelepasan prostaglandin dari sel-sel tempat pembentukannya. Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat anti-nflamasi terbagi ke dalam golongan anti-inflamasi steroid yang menghambat fosfolipase, suatuenzim yang bertanggung jawab terhadap pelepasan asam arakidonat dari membran lipid (Katzung, 1996), serta anti-inflamasi non steroid yang menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu (Gunawan, 2008).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar