Margarin
Margarin pertama kali
ditemukan di Prancis oleh seorang ahli kimia bernama Hippolyte Mega-Mouries
pada tahun 1869. Penemuan margarin sebetulnya dipacu oleh keadaan di Prancis.
Pada saat itu dimana harga mentega sangat mahal sehingga banyak masyarakat yang
tidak mampu membelinya maka dibuatlah margarin (Apriyantono, 2008).
Margarin merupakan tipe
emulasi air dalam minyak (w/o), yaitu fase cair berada dalam fase minyak.
Margarin harus bersifat plastis, padat pada suhu ruang, agak keras pada suhu
rendah dan segera dapat mencair dalam mulut. Lemak yang digunakan dalam
pembuatan margarin dapat berasal dari lemak hewani atau lemak nabati. Lemak
hewani yang biasanya digunakan adalah lemak babi atau lemak sapi. Sedangkan
lemak nabati yang biasa digunakan adalah minyak yang berasal dari minyak
kelapa, minyak inti kelapa sawit, minyak kacang kedelai, minyak wijen, minyak
kapok, minyak jagung dan minyak gandum (Astawan, 2004).
Margarin sedikitnya mengandung
80% lemak dari total beratnya. Sehingga (kurang lebih 17-18%) terdiri atas
susunan susu skim, air, atau protein kedelai cair dan sisanya (1-3%) merupakan
garam yang ditambahkan sebagai flavor, meskipun
ada beberapa produk margarin yang tidak mencantumkan garam di label untuk
alasan kesehatan. Penambahan margarin bertujuan untuk memperbesar volume,
memperbaiki tekstur dan penampakan, pembentukan warna dan aroma serta
meningkatkan nilai gizi (Ketaren, 1991).
Lemak memiliki komposisi
terbesar dalam mentega dan margarin jika dibandingkan dengan protein dan
karbohidrat. Kandungan protein dan karbohidrat pada mentega dan margarin
relatif sangat rendah, yaitu sekitar 0,4-0,8 g per 100 g.
Jumlah asam lemak jenuh,
asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh majemuk pada margarin
masing-masing adalah 29,02; 34,61 dan 13,78 g dalam 100 g. Standar Nasional
Indonesia tentang margarin telah dengan tegas mensyaratkan penambahan vitamin A
dan D ke dalam margarin, khususnya untuk margarin meja. Kadar vitamin A yang
diharuskan pada mentega dan margarin adalah 1.400-3500 IU dalam 100 g,
sedangkan kadar vitamin D adalah 250-350 IU dalam 100 g (Astawan, 2004).
Komposisi kimia margarin dapat dilihat pada Tabel 2.5
Tabel 2.5 Komposisi Kimia Margarin per 100 gram
|
Komponen
|
Jumlah
|
|
Kalori (kal)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Protein (g)
Kalsium (mg)
Fosfor (mg)
Besi (mg)
Vitamin A (SI)
Vitamin B (mg)
Vitamin C (mg)
Air (g)
Bagian yang dapat dimakan
|
714
80,3
0,4
0,5
20
16
-
2000
-
-
15,5
100
|
Sumber : Ketaren (1991)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar