1.1 Latar Belakang
Bencana alam sering terjadi dan mengakibatkan korban bencana yang harus
mengungsi di tempat-tempat darurat serta menyebabkan rusaknya sarana dan
prasana sosial yang mengakibatkan terbatasnya ketersediaan makanan, air bersih
dan bahan bakar sehingga korban mengalami kesulitan untuk memperoleh kebutuhan
pangannya. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan pangan darurat yang bersifat ready to eat. Jenis produk pangan
darurat ada berbagai macam, salah satunya berbentuk batangan (bar) yang kemudian disebut foodbars. Foodbars merupakan pangan berkalori tinggi
yang dibuat
dari campuran bahan pangan (blended food),
diperkaya dengan nutrisi, kemudian dibentuk menjadi bentuk padat dan kompak (a
food bar form) (Halimah, 2009). Foodbars dikemas dalam bentuk kecil sehingga mempermudah
pendistribusiannya ke lokasi bencana. Saat ini foodbars yang berada dipasaran terbuat dari tepung terigu (gandum)
dan tepung kedelai yang merupakan komoditas impor Indonesia. Jenis produk ini dapat dibuat dengan
menggunakan tepung tapioka dan tepung kacang hijau dengan tujuan untuk
memanfaatkan potensi lokal yang ketersediaannya melimpah, sehingga mudah
didapatkan.
Foodbars
dapat dibuat menggunakan bahan baku tapioka atau pati singkong. Singkong atau
ketela pohon dikenal sebagai makanan pokok sumber karbohidrat. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2011 produksi singkong nasional
mencapai 24,08 juta ton dan baru 65% yang dimanfaatkan (Ruslan, 2011).
Alternatif lain yaitu singkong di exstrak
dan dihasilkan pati singkong atau tapioka. Tepung tapioka memiliki kandungan
karbohidrat tinggi, yaitu 84,00 per 100 gram. Bentuk pati ini akan memperluas
aplikasinya sebagai penganti tepung di masyarakat.
Tapioka merupakan tepung yang rendah protein yaitu sekitar 1,5 gram per
100 gram (Suprapta, 2003). Penambahan tepung kacang-kacangan perlu dilakukan
guna menyuplai kebutuhan protein foodbars.
Kacang hijau memiliki kadar protein cukup tinggi, yaitu 21,12 % dengan daya
cerna protein 81% (Kinanti, 2009) dan pemanfaatannya relatif sedikit di Indonesia.
Tepung kacang hijau merupakan tepung bebas gluten dari kacang hijau (Anonymous,
2004). Apabila tepung ini dikombinasikan dengan tepung tapioka maka dapat
meningkatkan kualitas protein dan melengkapi kekurangan pada masing-masing
bahan (Astawan, 2004).
Salah satu penelitian yang membahas tentang pembuatan pangan darurat
telah dilaporkan oleh Setyaningtyas (2008), yaitu pembuatan pangan darurat
berbasis tepung ubi jalar, tepung pisang dan tepung kacang hijau. Penelitian
tersebut menjelaskan bahwa untuk memperbaiki sifat fisik makanan padat agar
lebih kompak dan tidak mudah hancur saat pendistribusian, diperlukan bahan
pengikat (binder), karena penyaluran
bahan pangan tersebut biasanya menggunakan transportasi udara. Penelitian
tentang pemakaian bahan pengikat porang telah dilaporkan oleh Recelina (2007),
yaitu pada makanan padat. Selama ini, belum dilaporkan adanya penelitian
tentang pembuatan makanan padat dari tepung tapioka dan tepung kacang hijau
dengan kajian rasio tepung dan penambahan CMC, dimana CMC mudah terlarut dalam
campuran dan memiliki kapasitas pengikat air yang tinggi (Goff, 2002). Kajian
tersebut dipilih karena belum diketahui rasio tepung dan penambahan CMC yang
tepat untuk menghasilkan tekstur, energi dan nutrisi yang sesuai dalam pembuatan
makanan padat.
1.2 Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengetahui pengaruh rasio tepung tapioka : tepung kacang hijau dan
proporsi CMC terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik makanan padat (foodbars)
2. Mengetahui perlakuan terbaik pada makanan padat yang dihasilkan
1.3
Manfaat
Manfaat penelitian ini yaitu memberikan informasi pemanfaatan tepung
tapioka dan tepung kacang hijaudengan penambahan CMC sebagai bahan pengikat
dalam pembuatan makanan padat (foodbars)
dengan kecukupan kalori dan nutrisi sehingga mencegah malnutrisi bagi korban
bencana.
1.4
Hipotesa
Diduga terjadi interaksi akibat perlakuan rasio tepung tapioka : tepung
kacang hijau dan proporsi CMC yang berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia dan
organoleptik makanan padat (foodbars).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar