Gula
Gula merupakan suatu
istilah yang sering diartikan bagi setiap karbohidrat yang digunakan sebagai
pemanis. Rasa manis merupakan ciri gula yang paling banyak dikenal dan
mempunyai pengaruh yang paling berarti pada penerimaan produk tersebut (Buckle,
1995).
Hui (1992) menyatakan,
gula adalah kristal sakarida manis yang diekstrak dari tebu atau bit gula. Gula
merupakan disakarida yang tersusun glukosa dan fruktosa. Beberapa jenis gula
yang biasa digunakan dalam produk adalah sirup jagung, madu, molase, sirup
sukrosa serta pemanis sintetik seperti sakarin dan aspartame. Gula dari tebu maupun gula bit, berfungsi tidak hanya
sebagai pemanis yang bergizi tapi juga sebagai pembentuk tekstur, agen pewarna
dan sebagai cara untuk mengontrol penyebaran partikel selama pemanggangan.
Gula termasuk jenis
monosakarida atau disakarida. Monosakarida atau yang biasa disebut gula
sederhana, seperti glukosa akan menghasilkan energi dan gula ini biasanya akan
dimanfaatkan oleh sel. Gula pasir yang banyak dipakai oleh industri pengolahan
pangan adalah sukrosa, yang merupakan oligosakarida (Eliason, 1996).
Menurut Anonymous (2010c),
gula memberikan kontribusi pada kemanisan dan keempukan produk. Gula pada
umumnya ditambahkan dengan kadar antara 25-35% dari berat tepung yang
digunakan. Komposisi kimia gula pasir per 100 gram dapat dilihat pada Tabel 2.4
Tabel 2.4 Komposisi Kimia Gula Pasir
per 100 gram
|
Komponen
|
Jumlah (%)
|
|
Kadar air
Sukrosa
Gula reduksi
Kadar abu
Senyawa organik bukan sukrosa
|
0,61
97,10
1,24
0,35
0,70
|
Sumber : Thorpe (1974)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar