Senin, 14 November 2016

tepung kanji/ aci/ tapioka


Tapioka
Tepung tapioka merupakan granula-granula pati yang banyak terdapat dalam sel umbi singkong dan sebagai karbohidrat dengan bagian terbesar selain protein, lemak dan komponen-komponen lainnya yang berada dalam granula relatif kecil (Suprapta, 2003). Tapioka mengandung amilosa 17% dan amilopektin 83% dengan ukuran granula 3-35m. Kandungan amilosa dan amilopektin yang tinggi menyebabkan proses penyerapan air selama pemasakan juga semakin tinggi. Banyaknya air yang diserap dalam granula pati sangat menentukan daya kembang saat pemasakan. Semakin tinggi air yang terikat dalam granula pati, semakin besar pula daya kembang yang dihasilkan (Winarno, 2002). Komposisi kimia tepung tapioka dapat dilihat pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Komposisi Kimia Tepung Tapioka per 100 gram
Komponen
Jumlah
Air (gram)
Energi (Kal)
Protein (gram)
Karbohidrat (gram)
Kalsium (gram)
Besi (mg)
Thiamin (mg)
Ribovlavin (mg)
Niacin (mg)
Serat Kasar (gram)
12,00
342,00
1,50
84,00
55,00
2,00
0,04
0,04
0,80
0,40
Sumber : Suprapta (2003)

Penggunaan tepung tapioka dalam industri cukup luas, baik sebagai karbohidrat maupun sebagai pengental (thickeness). Hal tersebut didasarkan atas kemampuan daya kembangnya yang tinggi dibandingkan dengan jenis tepung yang lain.

Spesifikasi tepung tapioka menurut Ernawati (2003) meliputi warna putih, bebas pengotor, mengandung mikroba rendah, menghasilkan pasta yang bening setelah dimasak, membentuk gel yang terasa dan viskositas yang tinggi. Tepung tapioka mempunyai kecenderungan untuk membentuk ikatan silang sehingga viskositas meningkat secara lambat selama tahap pemasakan. Pati yang tidak rusak dan belum dimasak akan menyerap air dan sedikit mengembang jika didispersikan ke dalam air dalam air dingin. Penyerapan ini terjadi akibat sejumlah gugus hidroksil pada molekul pati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar