Produk Pangan Darurat (Emergency
Food Product)
Pangan darurat (Emergency Food Product), merupakan
pangan khusus yang dikonsumsi pada saat darurat. Karakteristik kritis yang
perlu diperhatikan dalam pengembangan pangan darurat adalah aman, memiliki
nilai gizi yang cukup, dapat diterima, mudah dipindahkan dan mudah digunakan
(Zoumas et al., 2002). Pangan darurat
sendiri dapat dikelompokkan dalam dua bagian yaitu produk pangan yang dirancang
untuk kondisi dimana air bersih dan bahan bakar untuk memasak masih tersedia,
dan produk pangan yang dirancang untuk menghadapi situasi dimana air bersih tidak
tersedia dan tidak bisa memasak. Tujuan utama pengembangan pangan darurat ialah
mengurangi jumlah kematian diantara pengungsi dengan menyediakan pangan bergizi
lengkap sebagai sumber energi satu-satunya. Pangan darurat juga diharapkan
dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia (tidak termasuk bayi berusia 0-12
bulan) (Syamsir, 2008).
Makanan yang tepat untuk
situasi darurat (Emergency Food Product)
ini adalah makanan yang mengandung semua kalori dan nutrisi seperti layaknya a full meal. Energi level yang
direkomendasikan untuk suatu produk pangan darurat (Emergency Food Product) adalah 2100 kkal/ hari. Total energi yang
disumbangkan oleh karbohidrat adalah 40-50% dengan 50% didalamnya berasal dari
pati, dengan protein 7-10% dari total kalori tersebut dan lemak 35-45%. Selain
itu, ada empat karakteristik lainnya yang harus dipenuhi oleh suatu produk
pangan darurat siap santap yaitu aman dikonsumsi dengan warna, bau, aroma,
tekstur dan penampakan yang dapat diterima, kemudahan dalam pendistribusian, kemudahan
dalam penggunaan dan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap sesuai rekomendasi
Instiute of Medicine (1995) dalam Suhandono (2010).
Adapun karakteristik
Pangan Darurat (Suhandono, 2010) :
a.
Dapat dikonsumsi dalam kondisi bergerak,
tanpa perlu melakukan preparasi atau proses memasak
b.
Memenuhi kebutuhan gizi untuk populasi dengan
umur diatas 6 bulan dengan acuan pemenuhan kebutuhan kalori 2100 kkal/ hari
c.
Dapat diterima oleh semua etnik dan semua
agama, serta tidak menggunakan bahan yang dapat menimbulkan alergi pada orang
tertentu
d.
Dapat dijatuhkan dari udara tanpa merusak
produk dan tidak mencelakakan orang yang ada dibawah
e.
Mempunyai nilai gizi makro dan mikro
Beberapa komposisi bahan
yang direkomendasikan (Zoumas et al.,
2002) :
1.
Sumber karbohidrat : tepung terigu, jagung,
oats dan tepung beras
2.
Sumber protein : produk-produk kacang seperti
konsentrat atau isolat protein; susu bubuk seperti kasein dan turunannya;
campuran antara bahan dasar serealia dan protein harus memiliki skor asam amino
≥ 1,0
3.
Sumber lemak : hidrogenasi parsial dari
kacang kedelai, minyak kanola dan minyak bunga matahari
4.
Gula : Glukosa, high fructose corn syrup dan maltodekstrin
5.
Vitamin dan mineral dapat ditambahkan untuk
meningkatkan profil produk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar