Susu Bubuk
Susu bubuk dibuat dengan
cara menghilangkan sebagian besar kandungan air dari susu. Hal ini dilakukan
dengan cara evaporasi dan pengeringan
pada susu segar, sehingga hasil akhir diperoleh susu dalam bentuk bubuk.
Kandungan air maksimal yang dianjurkan untuk produk susu berkisar 2,5-5% (Hall,
1995). Kontribusi nutrisi yang penting dari susu bubuk dan produk susu lainnya
antara lain protein, kalsium, fosfor, vitamin A dan beberapa jenis vitamin B,
khususnya riboflavin dan vitamin B12 (Anonymous, 2010c).
Produk susu seperti susu
bubuk merupakan sumber kalsium. Susu bubuk juga merupakan sumber penting
fosfor, magnesium dan kalium. Kandungan mikronutrien seperti vitamin dan
mineral pada susu bubuk beragam, tergantung pada kandungan susu segar yang
digunakan (berhubungan dengan waktu laktasi), kondisi penyimpanan dan faktor
lainnya. Beberapa mineral yang juga terkandung dalam susu bubuk antara lain
seng, selenium dan iodin. Zat besi ditemukan pada susu bubuk dalam konsentrasi
yang rendah (Anonymous, 2010c). Komposisi kimia susu bubuk dapat
dilihat pada Tabel 2.7
Tabel 2.7 Komposisi Kimia Susu
Bubuk per 100 gram
|
Komponen Gizi
|
Jumlah
|
|
Kalori (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Kalsium (mg)
Thiamin (mg)
Zat besi (mg)
Riboflavin (mg)
Niacin (mg)
|
387
34,3
5,8
912
0,28
0,5
1,21
0,6
|
Sumber
: WFP (2000)
Sifat-sifat fungsional
dari susu bubuk berhubungan dengan bentuknya sebagai bubuk (powder) dan peranannya sebagai bahan baku dari formulasi makanan.
Sifat fungsional susu bubuk tergantung pada beberapa faktor antara lain, komposisi
dan pengaruh proses. Protein yang terkandung dalam susu bubuk mempunyai peranan
penting dalam pembentukan tekstur pada berbagai produk pangan, dimana sifat
fungsional protein tersebut digunakan untuk memodifikasi sifat reologi pada
bahan pangan (Anonymous, 2010d).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar