Senin, 14 November 2016

Komposisi Kimia Susu Bubuk


Susu Bubuk
Susu bubuk dibuat dengan cara menghilangkan sebagian besar kandungan air dari susu. Hal ini dilakukan dengan cara evaporasi dan pengeringan pada susu segar, sehingga hasil akhir diperoleh susu dalam bentuk bubuk. Kandungan air maksimal yang dianjurkan untuk produk susu berkisar 2,5-5% (Hall, 1995). Kontribusi nutrisi yang penting dari susu bubuk dan produk susu lainnya antara lain protein, kalsium, fosfor, vitamin A dan beberapa jenis vitamin B, khususnya riboflavin dan vitamin B12 (Anonymous, 2010c).
Produk susu seperti susu bubuk merupakan sumber kalsium. Susu bubuk juga merupakan sumber penting fosfor, magnesium dan kalium. Kandungan mikronutrien seperti vitamin dan mineral pada susu bubuk beragam, tergantung pada kandungan susu segar yang digunakan (berhubungan dengan waktu laktasi), kondisi penyimpanan dan faktor lainnya. Beberapa mineral yang juga terkandung dalam susu bubuk antara lain seng, selenium dan iodin. Zat besi ditemukan pada susu bubuk dalam konsentrasi yang rendah (Anonymous, 2010c). Komposisi kimia susu bubuk dapat dilihat pada Tabel 2.7

Tabel 2.7 Komposisi Kimia Susu Bubuk per 100 gram
Komponen Gizi
Jumlah
Kalori (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Kalsium (mg)
Thiamin (mg)
Zat besi (mg)
Riboflavin (mg)
Niacin (mg)
387
34,3
5,8
912
0,28
0,5
1,21
0,6
            Sumber : WFP (2000)

Sifat-sifat fungsional dari susu bubuk berhubungan dengan bentuknya sebagai bubuk (powder) dan peranannya sebagai bahan baku dari formulasi makanan. Sifat fungsional susu bubuk tergantung pada beberapa faktor antara lain, komposisi dan pengaruh proses. Protein yang terkandung dalam susu bubuk mempunyai peranan penting dalam pembentukan tekstur pada berbagai produk pangan, dimana sifat fungsional protein tersebut digunakan untuk memodifikasi sifat reologi pada bahan pangan (Anonymous, 2010d).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar