BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Serat yang terdapat pada bahan pangan
telah diteliti mempunyai efek positif bagi sistem metabolisme manusia. Salah
satunya adalah efek fisiologis dalam memperbaiki toleransi glukosa pada orang
normal dan pada penderita diabetes.
Beberapa tanaman dan hasil sampingnya memiliki
potensi dalam mempertahankan kadar gula darah normal (memilki indeks glisemik
rendah), salah satunya bekatul yang merupakan hasil samping penggilingan beras.
Beras adalah salah satu hasil panen utama di dunia, dan bahan pokok untuk
separuh populasi warga dunia. Minimal 90% petani dan konsumen beras (padi)
adalah penduuduk Asia dimana beras menyediakan hingga 75% dari asupan energi
dan protein untuk 2.5 milyar orang (Juliano, 1985; 1994). Namun pengolahan padi
menghasilkan produk samping utamanya bekatul (5-8%) yang akan menjadi limbah
dimana limbah tersebut bisa menjadi sumber nutrisi yang bermanfaat (Kestin et
al, 1990), sebab bekatul merupakan sumber serat pangan yang sangat baik
dengan kadar 20-51%. Produk-produk sampingan beras bersifat tidak mendatangkan
alergi, mudah dicerna, bebas gluten dan kaya karbohidrat kompleks.
Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan bekatul sebagai pangan alternatif
manusia. Namun mengingat bekatul mempunyai sifat-sifat organoleptik yang kurang
baik diantaranya rasa tidak enak, aroma dan penampakan yang kurang baik, maka
diperlukan suatu inovasi produk berbasis bekatul agar mempunyai daya terima
lebih baik, yaitu food bar.
Pemilihan food bar sebagai produk pangan
dengan indeks glisemik rendah dikarenakan jenis makanan tersebut mulai digemari
masyarakat atas beberapa kelebihannya yaitu praktis, tidak menyebabkan haus (non-thirst provoking), serta dapat sebagai
makanan utama maupun makanan pendamping (Anonim, 2011).
Oleh karena itu, diperlukan penelitian
untuk mengkaji tentang penggunaan bekatul rendah lemak yang kaya serat pangan
sebagai bahan dasar pembuatan food bar guna mengetahui seberapa besar efeknya
dalam mempertahankan kadar glukosa darah pada kisaran normal (indeks glisemik).
Pengujian dillakukan secara in vivo menggunakan metode meal tolerance test.
1.2
Tujuan Penelitian
Mengetahui peningkatan kadar gula
darah setelah mengkonsumsi produk food bar berbasis bekatul melalui meal tolerance test.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar