Senin, 21 November 2016

food bar



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Serat yang terdapat pada bahan pangan telah diteliti mempunyai efek positif bagi sistem metabolisme manusia. Salah satunya adalah efek fisiologis dalam memperbaiki toleransi glukosa pada orang normal dan pada penderita diabetes.
Beberapa tanaman dan hasil sampingnya memiliki potensi dalam mempertahankan kadar gula darah normal (memilki indeks glisemik rendah), salah satunya bekatul yang merupakan hasil samping penggilingan beras. Beras adalah salah satu hasil panen utama di dunia, dan bahan pokok untuk separuh populasi warga dunia. Minimal 90% petani dan konsumen beras (padi) adalah penduuduk Asia dimana beras menyediakan hingga 75% dari asupan energi dan protein untuk 2.5 milyar orang (Juliano, 1985; 1994). Namun pengolahan padi menghasilkan produk samping utamanya bekatul (5-8%) yang akan menjadi limbah dimana limbah tersebut bisa menjadi sumber nutrisi yang bermanfaat (Kestin et al, 1990), sebab bekatul merupakan sumber serat pangan yang sangat baik dengan kadar 20-51%. Produk-produk sampingan beras bersifat tidak mendatangkan alergi, mudah dicerna, bebas gluten dan kaya karbohidrat kompleks. Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan bekatul sebagai pangan alternatif manusia. Namun mengingat bekatul mempunyai sifat-sifat organoleptik yang kurang baik diantaranya rasa tidak enak, aroma dan penampakan yang kurang baik, maka diperlukan suatu inovasi produk berbasis bekatul agar mempunyai daya terima lebih baik, yaitu food bar.
Pemilihan food bar sebagai produk pangan dengan indeks glisemik rendah dikarenakan jenis makanan tersebut mulai digemari masyarakat atas beberapa kelebihannya yaitu praktis, tidak menyebabkan haus (non-thirst provoking), serta dapat sebagai makanan utama maupun makanan pendamping (Anonim, 2011).
Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengkaji tentang penggunaan bekatul rendah lemak yang kaya serat pangan sebagai bahan dasar pembuatan food bar guna mengetahui seberapa besar efeknya dalam mempertahankan kadar glukosa darah pada kisaran normal (indeks glisemik). Pengujian dillakukan secara in vivo menggunakan metode meal tolerance test.
1.2 Tujuan Penelitian
Mengetahui peningkatan kadar gula darah setelah mengkonsumsi produk food bar berbasis bekatul melalui meal tolerance test.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar