2.3
Kacang Hijau
Menurut SNI kacang hijau
adalah hasil tanaman kacang hijau berupa biji kering yang telah dilepaskan dan
dibersihkan dari kulit polong. Kacang hijau memiliki kandungan gizi yang
relatif besar terutama kandungan karbohidrat dan proteinnya. Faktor anti
gizinya rendah seperti tripsin dan kemotripsin serta mempunyai daya cerna yang
lebih baik dari kacang-kacangan lainnya (Willy, 1996).
Kacang hijau dapat
dibuat menjadi tepung untuk memperpanjang masa simpan dan menambah nilai
jualnya. Anonymous (2004) menyatakan, bahwa tepung kacang hijau merupakan salah
satu tepung bebas gluten yang berasal dari kacang hijau. Tepung kacang hijau
biasanya digunakan untuk membuat mie dan roti. Astawan (2004) menambahkan,
kombinasi tepung kacang hijau dengan tepung lain akan meningkatkan kualitas
protein dibanding dengan bahan semula karena ada efek komplementasi yaitu efek
saling melengkapi kekurangan pada masing-masing bahan.
Kadar gizi tepung kacang
hijau relatif tidak berubah terutama kandungan proteinnya. Komposisi kimia
tepung kacang hijau dapat dilihat pada Tabel 2.2
Tabel 2.2 Komposisi Kimia Tepung Kacang Hijau
|
Komponen
|
Jumlah
|
|
|
Air (%)
Abu (%)
Lemak (%)
Protein (%)
Karbohidrat (%)
Serat kasar (%)
Kalori (kal)
|
5,07a)
0,1a)
0,09a)
21,12c)
72,86a)
2,79a)
345,00b)
|
|
Sumber : a) Susanto dan Saneto (1994)
b) Budiyanto (2002)
c) Kinanti
(2009)
Karbohidrat merupakan
komponen terbesar (lebih dari 55%) yang terdiri dari pati, gula dan serat. Pati
kacang hijau memiliki daya cerna yang relatif tinggi yaitu 99,8%. Kadar serat
dalam kacang hijau merupakan sumber serat pangan (dietary fiber) yang dapat mengurangi resiko terjadinya sembelit
serta penyakit lain yang berhubungan dengan sistem pencernaan (Siswono, 2004).
Asam amino pembatas yang
ada pada tepung kacang hijau adalah metionin dan sistein. Sedangkan kandungan
asam amino lain sudah memenuhi standar terutama kandungan lesitinnya (Astawan,
2004). Kandungan asam amino tepung kacang hijau dapat dilihat pada Tabel 2.3
Tabel 2.3 Komposisi Asam Amino
Tepung Kacang Hijau
|
Asam amino
|
Tepung Kacang Hijau (g/g N)
|
Standar FAO/ WHO 1972 (g/g N)
|
Skor Asam Amino Esensial
|
|
Isoleusin
Leusin
Lisin
Metionin dan Sistein
Fenilalanin & Tirosin
Treonin
Triptofan
Valin
|
35
73
74
17
60
36
11
41
|
40
70
58
25
60
40
10
50
|
88
104
128
68
100
90
110
82
|
Sumber : Astawan (2004)
Mutu protein ditentukan
oleh jenis dan proporsi asam amino yang dikandung. Protein dengan nilai
biologis tinggi adalah protein yang mengandung semua jenis asam amino esensial
dalam proporsi yang sesuai untuk keperluan pertumbuhan. Protein adalah peptida yang
tidak mengandung atau mengandung dalam jumlah kurang satu atau lebih asam amino
esensial. Beberapa jenis protein mengandung semua jenis asam amino esensial,
tetapi masing-masing dalam jumlah terbatas namun cukup untuk perbaikan jaringan
tubuh akan tetapi tidak cukup untuk pertumbuhan (Almatsier, 2003).
Daya cerna protein dapat
rendah karena adanya senyawa anti gizi yang secara alami terdapat dalam bahan.
Senyawa anti gizi protein yang terdapat pada kacang-kacangan terutama kacang
hijau adalah antitripsin, lektin dan asam fitat. Namun sejumlah penelitian
mengatakan bahwa perendaman dalam air dan pengolahan dengan pemanasan seperti
yang dilakukan saat proses penepungan dapat menginaktifkan senyawa ini
(Anonymous, 2004).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar