Sterilisasi
merupakan proses untuk mematikan mikroba. Pada perinsipnya ada dua jenis
sterilisasi yaitu sterilisasi total dan sterilisasi komersial. Sterilisasi komersial
yang ditetapkan di industri pangan merupakan proses thermal. Karena digunakan
uap air panas atau air digunakan sebagai media pengantar panas, sterilisasi ini
termasuk kedalam sterilisasi basah.sterilisasi komersial harus disertai dengan
kondisi tertentu yang mungkin mikroba masih hidup dandapatberkembang didalamnya.
Keamanan
dan stabilitas makanan dalam kaleng secara teknis sangat tergantung pada dua
faktor utama yaitu efoisiensi penutupan kaleng sehingga menghasilkan penutupan
yang hermatus, dan seberapa jauh efisiensi proses sterilisasi panas dalam
menginaktifkan mikroba yang menjadi penyebab potensial kebusukan makanan dalam
kaleng.
Optimasi
pada proses sterilisasi komersial tidak sesederhana optimasi pada proses
“blanching” dan pasteurisasi. Didalam membahas optimasi proses thermal pada
sterilisasi komersial perlu dibedakan bagaimana sifat perambatan panas pada produknya
apakah konveksi ataukan konduksi. Untuk produk yang sifat perambatannya
konveksi, optimasinya cukup sederhana. Hal ini disebabkan karena perambatan
secara konveksi ini terjadi dengan cukup cepat, disamping pencampuran produk
yang cukup selama pemanasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar