Sterilisasi
total adalah sterilisasi yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme sehingga
mikroba tidak lagi dapat berkembangbiak didalam suatu wadah/bahan pangan. Pada
sterilisasi total ini jika dilaksanakan maka tidak akan terdapat lagi
mikroba-mikroba yang berbahaya terutama padaClos tidium
botilinum (Winarno, 1994).
Proses panas harus cukup untuk menginaktifkan mikroba yang
terdapat didalam makanan kaleng tersebut atau untuk mencapai tahap sterilisasi
komersial. Pemanasan yang kurang cukup dapat meningkatkan resiko ekonomi dan
resiko kesehatan, karena sejumlah mikroba yang masih tetap aktif didalam kaleng
dan kemudian tumbuh didalam produk, menyebabkan terjadinya pembusukan dan biasanya
diikuti dengan pembentukan gas (Stumbo, 1973).
Proses
thermal berkembang menjadi suato proses optimasi yang bertujuan bukan hanya
untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan didalam wadah tertutup
tetapi juga sedapat mungkin berusahah agar proses ini masih dapat mempertahankan zat nutrisi serta mutu bahan yang disimpan dapat
dipertahankan. Sterilisasi komersial bertujuan untuk
mengnonaktifkan spora mikroba pembusuk khususnya yang an
aerobik (Muchtadi, 1997).
Jika Clostridium botulinum tidak mati akibat proses pemanasan yang kurang
cukup, maka bakteri tersebut dapat menghasilkan toksin
(racun) yang mematikan. Kadang-kadang kalengnya sendiri
tidak selalu memberikan tanda-tanda gembung atau
makanannya sendiri juga tidak memberikan tanda-tanda
penyimpanan dalam penampilan. Proses pemanasan makanan
kaleng dianggap aman apabila dapat menjamin makanan
tersebut telah bebas dari Clostridium botulinum ( Buckle, et al, 1987).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar