Senin, 21 November 2016

Temulawak (Curcuma xanthorhiza L.)



Indonesia sebagai negara tropis yang dikenal dengan  the second mega biodiversity, dibanjiri oleh tanaman yang diketahui secara empiris atau penelitian berkhasiat obat. Salah satunya adalah temulawak yang termasuk dalam keluarga jahe (zingiberaceae).
Mahalnya obat-obat paten yang beredar di Indonesia, adanya kesimpangsiuran obat-obat palsu serta adanya krisis moneter menyebabkan masyarakat terdorong kembali menggunakan obat-obat tradisional dengan efek samping yang relatif jarang terjadi. Meskipun penelitian obat tradisional di Indonesia belum tuntas, namun sejak dulu masyarakat telah menggunakan obat tradisional dengan berbagai indikasi atau kegunaannya (Sri, 2008).
Temulawak (Curcuma xanthorhiza L.) merupakan tanaman obat asli Indonesia. Temulawak (Curcuma xanthorhiza L.) adalah tanaman obat-obatan yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae) dan patinya mudah dicerna oleh tubuh (Anonymous, 2011). Manfaat temulawak untuk kesehatan, sebenarnya telah lama diketahui secara empiris dan pengalaman turun-menurun dari nenek moyang, salah satuny sebagai obat untuk mengurangi terbentuknya kolesterol  Kandungan senyawa kurkumin dan antioksidan yang terdapat pada temulawak dapat memberikan perlindungan kepada low density lipoprotein dari proses oksidasi (Septiana, 2006). Berdasarkan penelitian, temulawak merupakan herbal alternatif yang aman digunakan untuk pengobatan antiinflamasi karena kandungan senyawa kurkuminnya. Temulawak didaulat menjadi fitofarmaka setelah melalui 10 tahun penelitian (Sri, 2008). Sehingga temulawak dapat diidentifikasi untuk mengurangi kadar kolesterol.
Penelitian yang mengkaji tentang senyawa kurkumin pada temulawak sebagai penghambat terbentuknya kolesterol sudah banyak dilakukan. Salah satunya penelitian yang mengkaji tentang aktifitas antioksidan temulawak dengan beberapa pelarut dengan berbagai polaritas (Septiana, 2006), pengaruh pemberian air perasan temulawak terhadap parameter AUC dan Cmaks ibuprofen(Supandi, 2010), namun masih jarang didapatkan penelitian resmi tentang kurkumin temulawak sebagai penurun kolesterol dalam bentuk sirup. Hingga saat ini penelitian tentang kurkumin sebagai penurun kolesterol sebatas ekstraknya atau sirup temulawak yang diasumsikan sebagai peningkat nafsu makan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar