Senin, 14 November 2016

Osteoarthritis (OA)


Osteoarthritis (OA)
Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang progresif dimana rawan kartilago yang melindungi ujung tulang mulai rusak, disertai perubahan reaktif pada tepi sendi dan tulang subkhondral yang menimbulkan rasa sakit dan hilangnya kemampuan gerak. Insidensi dan prevalensi OA berbeda-beda antar negara. Penyakit ini merupakan jenis arthritis yang paling sering terjadi yang mengenai mereka di usia lanjut atau usia dewasa (Depkes, 2006).
Menurut Miller dan Legg (2011), jumlah penderita osteoarthritis (OA) terus meningkat seiring bertambahnya usia. OA tidak menyebabkan kematian tapi ampu menurunkan kualitas hidup baik dalam bidang pekerjaan atau kehidupan sehari-hari (Lawrance dkk, 2008). Penyakit OA adalah gangguan sendi dan penyebab utama nyeri pada bagian muskuloskeletal kronik serta gangguan mobilitas pada populasi usia lanjut (Zhang dkk, 2008). OA terjadi karena adanya penyempitan celah sendi, formasi ostafit, penebalan tulang subkrondral (Haq dkk, 2003). Nyeri yang ditimbulkan oleh OA disebabkan karena adanya perisostenum yang tidak terlindungi lagi, mikrofaktur subkondral, iritasi ujung-ujung saraf didalam osteofit, spasme otot perartikular, penurunan aliran darah didalam tulang dan peningkatan tekanan intraoseus dan sinovitis yang diikuti pelepasan prostaglandin, leukotrien dari berbagai sitokin (Buckwalter et al, 2004).
Tabel 2.2 Penyebab nyeri sendi pada pasien OA (Adnan, 2008)
SumberNyeri
Mekanisme
Sinovium
TulangSubchondrial
Osteophyte
Ikat
KapsulSendi
Otot
Peradangan
HipertensiIntraosseus,Microfracture
AkhirSarafPeriostealPeregangan
Peregangan
Peradangan,Distensi
Kekejangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar