Osteoarthritis (OA)
Osteoarthritis merupakan penyakit sendi
degeneratif yang progresif dimana rawan kartilago yang melindungi ujung tulang
mulai rusak, disertai perubahan reaktif pada tepi sendi dan tulang subkhondral
yang menimbulkan rasa sakit dan hilangnya kemampuan gerak. Insidensi dan
prevalensi OA berbeda-beda antar negara. Penyakit ini merupakan jenis arthritis
yang paling sering terjadi yang mengenai mereka di usia lanjut atau usia dewasa
(Depkes, 2006).
Menurut
Miller dan Legg (2011), jumlah penderita osteoarthritis (OA)
terus meningkat seiring bertambahnya usia. OA tidak menyebabkan kematian tapi
ampu menurunkan kualitas hidup baik dalam bidang pekerjaan atau kehidupan
sehari-hari (Lawrance dkk, 2008). Penyakit OA adalah
gangguan sendi dan penyebab utama nyeri pada bagian muskuloskeletal kronik
serta gangguan mobilitas pada populasi usia lanjut (Zhang dkk, 2008).
OA terjadi karena adanya penyempitan celah sendi, formasi ostafit, penebalan
tulang subkrondral (Haq dkk, 2003). Nyeri yang ditimbulkan oleh OA disebabkan
karena adanya perisostenum yang tidak terlindungi lagi, mikrofaktur subkondral,
iritasi ujung-ujung saraf didalam osteofit, spasme otot perartikular, penurunan
aliran darah didalam tulang dan peningkatan tekanan intraoseus dan sinovitis
yang diikuti pelepasan prostaglandin, leukotrien dari berbagai sitokin (Buckwalter
et al, 2004).
Tabel 2.2 Penyebab nyeri sendi pada pasien OA (Adnan, 2008)
|
SumberNyeri
|
Mekanisme
|
|
Sinovium
TulangSubchondrial Osteophyte Ikat KapsulSendi Otot |
Peradangan
HipertensiIntraosseus,Microfracture AkhirSarafPeriostealPeregangan Peregangan Peradangan,Distensi Kekejangan |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar